Feeds:
Posts
Comments

Pindahan

Setelah lama tidak dirawat akhirnya saya putuskan untuk memindahkan alamat blog ke http://rianwahyudi.blogdetik.com

New Habit

Di tempat saya yang baru ada kebiasaan yang mungkin tergolong agak aneh, ternyata para WNA berkebangsaan Cina kebanyakan mempunyai kebiasaan tidur siang 1/2 – 1 jam sehabis makan siang!
Hal itu sudah dibiasakan oleh mereka sejak duduk di bangku sekolah dasar.
kenapa : karena sejak kecil mereka harus bersekolah dari pagi hingga menjelang malam, oleh karena itu ada ‘mata pelajaran’ tidur siang untuk me-recharge energi mereka agar mampu menerima pelajaran/ bekerja hingga larut malam.
Wow….. kebiasaan tekun!

pengangguran

Coba tebak mengapa banyak pengangguran di Indonesia?

Karena Depnaker-nya kerjaannya cuma buat kartu kuning!!

Surat Pengunduran Diri

Kepada Yth.

Ibu ****

HRG Department

PT. Multipolar. Tbk

Dengan hormat,

Bersama surat ini saya mengajukan permohonan mengundurkan diri sebagai karyawan PT.Multipolar, Tbk terhitung tanggal : 17 Desember 2007.
Saya menghaturkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk belajar dan bekerja di PT. Multipolar, Tbk sebagai suatu perusahaan besar dibidang IT selama kurang lebih lima bulan ini.

Tak lupa saya mohon maaf kepada seluruh karyawan serta jajaran manajemen PT. Multipolar, Tbk apabila terdapat hal-hal yang tidak baik yang telah saya lakukan selama bekerja di PT.Multipolar, Tbk.

Saya berharap dan berdo’a agar PT. Multipolar, Tbk menjadi perusahaan yang terus maju dan sukses menjadi “The Best IT Company in Indonesia”.

Hormat saya

 

Rian Wahyudi

Application Developer

Delivery Channel Dept

CPNS DPU

Ini dia Departemen yang terkenal paling ‘basah’ lagi buka lowongan !!
Bagi yang berminat, silahkan download informasi lengkapnya disini atau buka langsung disitusnya di http://www.pu.go.id
Ada juga buat Teknik Informatika loh = 20 Orang lagi kebutuhannya!
Hehe…

PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
DEPARTEMEN KEHUTANAN
FORMASI TAHUN 2007

Departemen Kehutanan membuka kesempatan kepada para lulusan SMK Kehutanan/SKMA/Forest Ranger, Diploma III/Sarjana Muda, Sarjana (S1) dan Master (S2) untuk diangkat menjadi calon tenaga fungsional serta tenaga teknis lainnya dengan kualifikasi sebagai berikut :
…………
II. PENDAFTARAN DAN PENYAMPAIAN BERKAS
1. Berkas Lamaran
a). Surat lamaran ditulis tangan sendiri dengan tinta warna hitam di atas kertas folio bergaris dengan huruf latin dengan mencantumkan biodata antara lain nama, tempat/tanggal lahir, status (nikah / belum nikah / janda / duda), alamat jelas yang mudah dihubungi dan no.telepon/HP dan ditujukan kepada Menteri Kehutanan cq. Kepala Biro Kepegawaian.
b). Surat Pernyataan bermaterai Rp 6.000,- sanggup ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
c). Lampiran-lampiran yang disertakan dalam surat lamaran yaitu :
- Fotocopy ijazah dan transkip nilai yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang sebanyak 2 lembar (Surat Keterangan Lulus tidak berlaku).
- Fotocopy Kartu Tanda Pencari Kerja dari Dinas Tenaga Kerja yang dilegalisir sebanyak 2 lembar.
- Pasfoto terbaru hitam putih ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar.
- Bagi yang mempunyai pengalaman kerja dapat menyertakan surat pengalaman bekerja berupa Surat Keputusan Kerja yang dikeluarkan oleh lembaga/instansi yang bersangkutan.
2. Waktu dan Tempat Pendaftaran
a). Pendaftaran, penyampaian berkas lamaran dan seleksi administrasi dilaksanakan pada tanggal 30, 31 Oktober dan 1 November 2007.
b). Pelamar datang langsung ke tempat pendaftaran di ibukota provinsi (Kantor Koordinator Unit Pelaksana Teknis Departemen Kehutanan Provinsi).
c). Tempat pendaftaran, penyampaian berkas lamaran dan seleksi administrasi CPNS :
- Kantor Pusat Departemen Kehutanan Jakarta untuk peserta yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Provinsi Banten.
- Kantor Koordinator Unit Pelaksana Teknis Dephut Provinsi di seluruh Indonesia.

Informasi selengkapnya silahkan download disini

CPNS Depsos

KETENTUAN REKRUTMEN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL FORMASI TAHUN 2007 DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN SOSIAL RI

PERSYARATAN
1) Warga Negara Republik Indonesia, yang bertaqwa kepada Tuhan YME, setia dan taat kepada Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2) Tidak berkedudukan sebagai Calon/PNS/TNI/POLRI
3) Tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus Partai Politik
4) Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan
5) Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/TNI/POLRI atau diberhentikan dengan tidak hormat sebagai pegawai swasta.
6) Bebas dari narkotika dan zat adiktif lain.
7) Berusia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada 01 Oktober 2007
8.) Mengisi formulir pendaftaran yang dapat diperoleh di 1) www.depsos.go.id; 2) www.stks.ac.id;
9) Sehat Jasmani dan Rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter pemerintah
10) Mampu mengoperasikan komputer minimal program MS Office dan Internet
11) Siap dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia sesuai formasi
12) Mengikuti seluruh tahapan seleksi

PELAKSANAAN SELEKSI
Seleksi dilaksanakan dengan sistem gugur yang terdiri dari :
a. Tahap I Seleksi administratif
Pelamar yang memenuhi seluruh ketentuan point 4 akan dipanggil mengikuti ujian masuk, maksimum 10 kali formasi per jenis pendidikan. Peserta yang terpanggil mengikuti ujian diumumkan di 1) www.depsos.go.id
2) www.stks.ac.id
b. Tahap II Ujian tulis.
Ujian tulis akan dilaksanakan di Jakarta, pengambilan nomor ujian dan tempat ujian akan ditentukan kemudian yang akan diinformasikan sehari sebelum pelaksanaan.
4. PENGAJUAN LAMARAN
Berkas lamaran yang dimasukkan kedalam amplop coklat (ukuran 350 mm x 240 mm) yang mencantumkan nama pelamar serta kode pendidikan disudut kiri atas dan dikirim melalui pos yang dialamatkan ke PO BOX 1144 JKP
10011 paling lambat tanggal 31 Oktober 2007 cap pos.
Surat lamaran ditulis dengan tangan sendiri (sesuai contoh format terlampir), menggunakan tinta hitam, itujukan kepada Menteri Sosial RI c.q. Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Jl. Salemba Raya No. 28 Jakarta
Pusat, yang dilengkapi dengan :
a. Formulir pendaftaran yang telah diisi lengkap (point 1.8)
b. Photocopy STTB/Ijazah dan Transkrip Nilai yang telah dilegalisir oleh pejabat berwenang (1 rangkap)
c. Photocopy Kartu Tanda Pencari Kerja (Kartu Kuning) yang masih berlaku dari Instansi Tenaga Kerja (1 rangkap)
d. Photocopy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku (1 rangkap)
e. Photocopy Surat Keterangan Sehat dari dokter pemerintah (1 rangkap)
f. Surat Pernyataan yang telah diisi dan ditandatangani seperti terlampir.
g. Pas Photo terbaru ukuran 3 x 4 sejumlah 4 lembar
h. Amplop balasan (ukuran 110 mm x 230 mm) yang telah ditulisi nama, alamat lengkap, kode pos, nomor telepon/HP pelamar yang dapat dihubungi dan dibubuhi perangko kilat

Info selengkapnya silahkan download file berikut ini

Demokrasi, mungkin itu adalah kata-kata yang paling sering terdengar di media dalam beberapa tahun belakangan ini. Demokrasi di artikan sebagai kekuasaan ada di tangan rakyat. Bahkan sempat pula terbesik di dalam benak rakyat bahwa pemimpin dan wakil rakyat yang harus berkuasa di negara ini adalah pemimpin yang benar-benar dari rakyat, karena kebanyakan rakyat merasa dari golongan kecil maka pimpinan diharapkan juga berasal dari golongan tersebut, sehingga mengerti penderitaan rakyat.

Begitu terpilih para ‘wakil rakyat’ tersebut, maka pastilah ada musyawarah untuk mengambil keputusan demi kepentingan bersama.

Sekarang bayangkanlah kejadian seperti berikut ini:

Dalam rapat penyusunan acara hajatan suatu kampung terpilih susunan panitia sebagai berikut:

Ketua: Trimbil (SD)

Wakil: Werox (preman kampung)

Penulis: Aa’ Gyt (Madrasah)

Bendahara: Wong Ci no (Pedagang – tidak lulus SD)

Anggota: Abdul (SMA), Malik (SMP), Bejo (D3)

Nah dari komposisi berikut diatas, bayangkan bagimana bila mereka semua berbicara bersama dalam suatu forum! Anak SD tentu saja tidak akan nyambung dengan Anak SMP apalagi anak SMA dan apabila di ambil ide pemikirannya, apakah bisa di sejajarkan antara anak SD dengan anak SMA? Terus baggaimana apabila dipaksakan antara suara anak SD dengan anak SMA!!??
Mungkin itu yang terjadi saat ini di dewan kita dimana suara seorang Professor dihargai sama dengan suara (maaf) seseorang tamatan SMA, atau yang lebih parah lagi seseorang yang di pertanyakan status pendidikannya.

Sebagaimana parodi dari dosen saya dulu waktu kuliah:

Seorang anggota dewan yang kebingungan dengan apa yang sedang di presentasikan oleh seorang intelektual di depan  mimbar, untuk menjaga gengsinya (agar tidak kelihatan bodoh) pastinya akan berpendapat seperti ini: “Biar adil mari kita Voting saja !!”

Pemikiran karya ilmiah dari mahasiswa dikalahkan oleh hasil voting anak-anak SD, gara-gara jumlah anak SD lebih banyak daripada jumlah mahasiswa.

Pernah suatu kali di negara ini dihadapkan pada suatu masa dimana semua rakyat diam dan bilang setuju. Sehingga sempat tercipta paradigma, biar orang di sana aja yang ngurusin. Kita orang kecil diam aja.

Kemudian ada masanya pula semua rakyat di negara ini memberikan komentarnya mulai dari golongan (maaf)  tukang becak sampai dengan Professor semua memberikan suara dan pendapatnya  (walaupun mungkin berbeda tempat dalam mengemukakan pendapatnya)

Pernah pula di negara yang cukup beraneka ragam ini dibungkam dengan satu kesatuan yang bertujuan demi keamanan dan stabilitas bangsa, Namun selang beberapa dekade hal itu ternyata tidak berhasil maka caci maki dan umpatan ditujukan kepada pencetus ide dan pelaksana gagasan tersebut.

Pernah pula rakyat kecil merasa tenteram dalam mencari uang tanpa mempedulikan apa-apa, dan pernah pula rakyat mulai berteriak merasa kesal karena sulit mencari rasa aman dan kenyamanan tanpa tau siapa yang harus disalahkan.

Pernah negara ini dipimpin oleh Seorang Insinyur, Jenderal, Kyai, Professor sampai dengan orang biasa.

Semuanya memiliki kelebihan masing-masing, tetapi kenapa yang terlihat hanya kekurangannya!

Pernah seorang tentara atau polisi dihormati dan disegani orang, tapi pernah juga preman dijadikan pimpinan karena punya banyak masa (mungkin *pendukung)

Pernah suatu kali saya berpikir :
Siapakah yang harus lebih pintar?
Siapakah yang harus mengerti dan dimengerti?
Siapakah yang harus bijaksana (kalo ini harus pemimpin)
Siapakah yang harus berpikir dan bicara?
Siapakah yang harus ber-etika?
Siapakah yang harus mengkritisi dan dikritisi?

Harap sebagaimana sifat dasar manusia adalah ‘pengen di lebih dari orang lain’
Jadi saya kadang curiga dan waspada kepada :
Seorang yang hanya ingin ‘memintari’ orang lain
Sesorang yang hanya mau dimengerti tanpa mau mengerti
Sesorang yang congkak
Seorang yang tidak berpikir tapi sudah banyak bicara
Seorang yang tidak punya sopan santun
Seorang yang Sok tau dan tukang fitnah

Satu !!

Pernahkah Anda melihat bagaimana seorang pawang ular yang sedang bermain-main dengan ULAR tanpa takut tergigit. Dan apabila Anda bertanya dengan Pawang itu tentang bagaimana caranya, pastilah jawabannya tidak akan memuaskan Anda dan Anda pastilah belum tentu berani untuk mencobanya, walaupun Si Pawang sudah bilang bagaimana caranya! (kecuali Anda berani ambil resiko digigit Ular)

Anda juga pasti pernah melihat bagaimana mudahnya seorang Perenang yang dengan
sangat mudah mengapung di Air tanpa bergerak.
Dan apabila Anda orang yang tidak/belum mampu berenang terus bertanya mengenai
cara berenang kepada seorang Perenang, pastilah jawaban Si Perenang tadi tidak akan memuaskan Anda….

Dan apa jadinya apabila petunjuk dari Si perenang tadi Anda coba untuk pertama
kalinya di laut bebas?
Jawabannya pastilah : TENGGELAM!
(walaupun yang Anda lakukan sama persis dengan petunjuk si Perenang tadi)

TERUS APAKAH NASIHAT DARI PAWANG DAN PERENANG TADI SALAH !!!!???

Menurut Saya ada 2 versi :
1. Hal itu hanya berlaku bagi Si pawang dan si Perenang tadi, sehingga mungkin saja berbeda caranya terhadap orang lain.
2. Si pawang dan si Perenang tadi sudah bisa di anggap “mengenal & menyatu” dengan Ular dan Air,

Terus apabila Saya bertanya ke Ahli Ibadah mengenai bagaimana cara mengenal NIKMAT ibadah kepada Allah SWT!?

mungkin setelah kita “mengenal dan menyatu dengan-NYA” baru akan kita rasakan !

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.